Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/posyandu/public_html/plugins/system/myApiConnect.php on line 71
Merawat Anak yang Rewel Ketika Sakit
Home Anak dan Keluarga Merawat Anak yang Rewel Ketika Sakit

Merawat Anak yang Rewel Ketika Sakit

 

 

 

 

 

merawat-anak-yang-rewel-ketika-sakitAnak yang sakit merupakan salah satu ujian dari Allah subhanahu wa ta’ala, sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir wajib bagi kita sebagai orang tua untuk bersabar dan mensikapinya dengan baik. Salah satu bentuk komunikasi anak kepada orang tuanya ketika sakit adalah sikap atau perilaku rewel, yaitu anak sering menangis, suka membantah, tidak mudah menurut, ada-ada saja yg diminta. Sehingga anak susah diajak untuk makan dan minum obat serta sulit diajak berkomunikasi. Kondisi seperti ini tentu membuat hati kita sebagi orang tua merasa khawatir, sedih, dan kadang bercampur dengan perasaan jengkel yang bisa memancing emosi atau kemarahan.
Namun emosi bukanlah sebuah sikap yang bijaksana dan solusi tepat untuk menghadapi anak yang rewel, justru apabila emosi kita terpancing maka buah hati kita akan menjadi semakin rewel. Tentu seorang anak tidak ada yang bermaksud untuk membuat kita jengkel. Akan tetapi mungkin itulah cara anak mengekspresikan apa yang dirasakannya dan mengungkapkan keinginannya.
Oleh karena itu, ketika anak rewel, yang harus kita hindari adalah menggunakan kekerasan fisik maupun verbal yang berlebihan. Dengan mengetahui penyebab kerewelannya, maka kita dapat bertindak secara tepat untuk menanganinya.


Penyebab anak rewel :
Berikut adalah beberapa kondisi yang biasanya membuat anak rewel:

  1. Dehidrasi atau kekurangan cairan biasanya terjadi setelah anak mengalami diare atau muntah yang berlebihan. Kondisi ini ditandai dengan kelopak mata yang terlihat cekung dan cubitan dinding perut yang kembali lambat, kondisi ini merupakan tanda kegawatan pada anak.  Berikan ASI atau oralit apabila anak masih bisa minum, dan segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
  2. Kondisi tubuh  yang tidak nyaman, anak biasanya menjadi rewel karena dia sakit, kedinginan, lapar, haus, giginya tumbuh atau tidurnya kurang berkualitas ketika malam hari. Untuk mengatasi kondisi ini,  sebaiknya kita mencari tahu penyebabnya. Apabila anak rewel karena masalah fisik, biasanya akan kembali ceria jika ia sudah nyaman.
  3. Mencari perhatian, terkadang seorang anak rewel karena ingin mencari perhatian orang tuanya. Biasanya orang tua memberikan perhatian yang lebih pada anak ketika sedang rewel saja. Hal ini membuat anak memiliki persepsi apabila dia rewel maka keinginannya akan dipenuhi oleh orang tuanya. Sebaiknya jangan memberikan perhatian berlebihan ketika anak sedang rewel, berikan perhatian secara proporsional pada semua keadaan. Supaya anak belajar menyadari kalau perbuatan yang dilakukan tersebut adalah tidak benar dan juga mendidik kita bagaimana cara  mengendalikan atau mengontrol diri. Jangan lupa  berikan pujian pada anak apabila mau mengikuti apa yang kita ajarkan.
  4. Saat ingin tidur ketika malam hari, sikap rewel dan susah tidur pada malam hari umumnya terjadi pada sekitar 30% anak berusia 6 bulan sampai 3 tahun. Hal tersebut bisa kita atasi dengan menjadwalkan waktu tidur yang teratur dan melakukan ritual sebelum tidur, seperti membaca doa dan dizkir sebelum tidur sesuai sunnah nabi Muhammad Sollalahu alaihi wa sallam, membacakan kisah para salafus solih agar anak-anak kita dimudahkan untuk tidur.
  5. Susah makan, jika anak kerap rewel saat diberi makan, kita tidak perlu khawatir, beberapa cara agar anak mau makan diantaranya adalah  berikan anak makanan kesukaannya. Misalnya apabila anak suka roti, maka kita bisa membuat variasi roti dengan ditambah daging dan atau sayuran agar bergizi tinggi dan sediakan lingkungan yang nyaman dan menyenangkan ketika anak makan untuk memfasilitasi asupan makanan anak yang lebih baik.

 

Susah Makan dan Minum Obat
Beberapa kendala yang dihadapi orang tua dalam merawat anaknya yang sakit adalah ketika anak sulit makan dan minum obat. Padahal dua hal tersebut merupakan salah satu sebab atau wasilah dari ikhtiar kita untuk mendapatakan kesembuhan anak. Apabila anak kita sakit, makanan yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi penyakitnya. Tanyakan pada tenaga kesehatan jenis makanan apa  yang cocok sesuai dengan usia tumbuh kembang dan penyakit anak anda. Adapun tips memberikan makanan ketika anak sakit adalah berikan makanan sedikit-dikit tapi sering. Makanan tidak harus berbentuk padat, bisa juga cairan tapi mengandung tinggi kalori, protein, dan serat seperti madu, sari kurma, sereal cair, tahu, tempe, telur, sayur-sayuran dan jus buah-buahan. Yang penting ada asupan makanan yang masuk, karena anak yang sakit membutuhkan banyak energi untuk  proses penyembuhan penyakitnya.
Membujuk anak untuk minum obat bukanlah hal yang mudah, walaupun bentuk obatnya sudah berupa sirup dan diberi perasa. Kondisi ini terkadang menyebabkan orang tua memaksa anaknya minum obat dengan cara dicekoki di mulutnya, sambil memegang tangan dan kaki anak agar anak tidak bisa menolak obat. Hal ini justru bisa membahayakan anak, misalnya bila obat yang dimasukkan tadi masuk ke saluran pernafasan yang dapat menyebabkan kerusakan organ pernafasan atau infeksi dan anak juga bisa menjadi trauma sehingga tidak mau minum obat lagi. Lalu bagaimana tips  agar kita dapat mengatasi anak susah minum obat?
Di bawah ini, adalah beberapa tips yang dapat membantu mengatasi anak yang susah minum obat, terutama untuk balita:

 

  1. Memberi pengertian adalah salah satu metode mendidik atau mengasuh anak yang baik, yang bertujuan untuk membuat anak secara sukarela melakukan sesuatu tanpa ada unsur paksaan. Sebagai langkah awal, berilah pengertian kepada anak kita bahwa ia harus minum obat karena sedang sakit. Kita bisa memberi contoh perbandingan kondisi yang ia alami ketika sehat dan ketika sakit. Karena sakit rasanya tidak enak, maka bujuklah ia agar segera sembuh dengan cara minum obat.
  2. Iming-iming hadiah berilah “umpan” yang membuat anak susah minum obat jadi berubah pikiran. Misalnya, janjikan es krim setelah ia mau menghabiskan obatnya. Tentunya hadiah harus disesuaikan dengan kondisi penyakit anak. Bila ia sakit batuk tentunya kita harus memilihkan hadiah lain yang tidak menyebabkan batuk tambah parah.
  3. Teknik distraksi atau pengalihan perhatian anak,  ada baiknya ketika hendak memberikan obat, ada tayangan video edukasi  untuk mengalihkan perhatian anak, sehingga ia tidak terlalu memikirkan obat yang akan diberikan.
  4. Main dokter-dokteran ini adalah permainan role play yang baik. Ajaklah anak anda untuk bermain dokter-dokteran beberapa saat sebelum minum obat, tetapi setelah memberi penjelasan tentang pentingnya minum obat. Ini adalah perinsip melibatkan anak pada pengambilan keputusan, sehingga ia bertindak secara sukarela, bukan dipaksa.


sumber: tipkesehatan.com

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

ANDA ingin mempunyai Web baik untuk Web Usaha maupun Pribadi?

Kami siap membantu mulai Pembutan Web maupun Mengajarkan Pengoperasionalannya dengan biaya yang sangat murah. Selain itu kami juga bisa membuatkan animasi-animasi sederhana seperti yang kami contohkan di Web posyandu.org ini. Biaya 1 animasi hanya Rp 25.000. Seluruh(100%) hasil/pendapatan pembuatan Web dan Animasi digunakan untuk operasional pembiayaan Posyandu TTC.

Banner
free counters
Free counters

My site is worth$15,643.58Your website value?