Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/posyandu/public_html/plugins/system/myApiConnect.php on line 71
Pola pikir anak saat dia berkomunikasi
Home Artikel Seputar Senso Pola pikir anak saat dia berkomunikasi

Pola pikir anak saat dia berkomunikasi

 

Berpikir intuitif pada anak adalah gabungan antara mengimitasi dan men  geksplorasi (bermain). Ada perbedaan “gambar” dan “menggambarkan” bagi anak. “Gambar” berfungsi sebagai simbol bagi anak, sedangkan “menggambarkan” sifatnya memberikan pemahaman bagi anak. Berpikir intuitif pada anak akan terjadi jika ada pengembangan dari penjelasan gambar yang diperhatikan anak. Pada usia muda, anak akan menjelaskan secara verbal berdasarkan pembicaraan yang egosentris (menurut pikirannya sendiri).

Pada usia 3-7 tahun setiap anak mengartikan dunia luar (di luar rumahnya) sama dengan di dalam rumahnya. Dalam arti yang lebih luas, semua objek, semua imitasi mimik, maupun simbol–simbol yang di lihat, masih disamakan dengan ditemukannya di dalam rumah.

Anak masih membatasi/terkungkung dengan bahasa egosentrisnya. Sesuai dengan pengalamannya, kata–kata yang diucapkan lebih diutarakan untuk dirinya sendiri daripada ditujukan untuk orang lain. Pada fase ini, anak masih belum mampu atau belum memiliki perspektif bahwa orang lain sulit mengerti dengan apa yang di inginkan; begitu pula sebaliknya. Fase ini sangat penting karena penggunaan bahasa antarsubjek membuat perkembangan logikanya menjadi lebih baik.

Tingkat penggunaan bahasa yang dimiliki setiap anak berbeda–beda, tergantung tempat anak dibesarkan. Materi, imitasi gerakan, pemahaman simbol, dan objek–objek lainnya bisa menjadi alat bantu untuk menyampaikan apa yang anak pikirkan mengenai dunia luar (di luar rumahnya).

Anak yang awalnya egosentris dalam berbahasa (sulit memahami bahasa anak tersebut) akan sia-sia jika distimulasi hanya dengan gambar atau simbol. Bahasa dan logika anak tidak akan berkembang dengan baik, padahal kematangan berbahasa anak sudah harus siap saat akan memasuki sekolah.

Kesulitan berbahasa bisa ditanggulangi dengan cara berkomunikasi menggunakan bahasa sehari–hari, menggunakan alat musik, kegiatan menggambar, melukis, atau bermain sambil menyisipkan informasi agar anak mengerti apa yang sedang dilakukannya.

Yah ortu ataupun siapa saja yang menganggap membesarkan anak sama dengan mengsuh doggienya, tolong baca ini, hingga paham mengapa anak-anak cerdas luar biasa cerewetnya....dan akan bertanya 1000 macam pertanyaan, dan mengapa mereka galau bila tidak disapa.

Dan pikirkan mengapa banyak anak remaja kita dinegeri ini senang berbicara pendek2 hanya akhirannya saja, sulit menjelaskan sesuatu yang didengarnya dan dilihatnya dengan baik dan benar, juga cepat putus asa...dan lebih senank mencari jalan pintas.

Itu semua karena kita kurang memperhatikan bagaimana perkembangan otaknya, dan ototnya, juga bagaimana sebetulnya pola pikir mereka saat mereka kecil. Jadi bila sudah mebaca ini, mudah2an kita bisa mendapatkan generasi yang lebih mantab kedepan!!!!

Sumber: semsomotorik community

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Web Posyandu ini terbuka untuk seluruh warga TTC. Bagi siapa yang ingin memberikan kontribusinya, baik berupa artikel, opini dan lainnya, akan diberikan akses untuk posting sendiri. Untuk itu mohon memberitahukannya kepada Admin dengan memberikan Nama User dan Passwaord pribadi.

Banner
free counters
Free counters

My site is worth$15,643.58Your website value?