Home Artikel Seputar Senso Pentingnya sistem indera taktil

Pentingnya sistem indera taktil

 

Oleh: Ratih Gandasetiawan Konsultan kesehatan dan kecerdasan Anak di Nara Sumber Depkes Pusat Intelegensia Kesehatan

Kita sering memperhatikan terakhir ini betapa banyaknya muncul orang2 yang kurang sabar, kurang bisa menerima, kurang ajar, kurang mampu berkomunikasi, kurang mampu mengatur diri, kurang mampu mengontrol emosi.

ternyata ini semua datang karena bidang kesehatan kurang memperhatikan perkembangan sistem Indera Taktil (alat kecap, alat rasa, alat raba, dan alat penciuman) Ini saya rangkumkan untuk anda hasil penelitian saya selama saya menangani anak Berkebutuhan khusus.

Pentingnya Sistem InderaTaktil !!!

Reseptor taktil ada pada kulit dan selaput lendir , termasuk di lidah sebagai alat kecap. Rangsangan ini akan di informasikan keotak dan diekspresi sesuai dengan apa yang kita rasakan pada tubuh kita, seperti rasa kecap asam-manis, asin-gurih, pahit, pedas, juga panas, dingin ,sakit, nyaman, kasar, lembut, halus, licin dll.

Sistem Indera taktil memberikan informasi agar

Manusia belajar membedakan, dan itu kita sebut sebagai fungsi diskriminasi yang a.l letak reseptornya sebagian besar di lidaudah harus dimulai di usia 3 bulan melalui jus buah murni sebanyak 30 cc perharinya, dan rangsangan mengenai kualitas benda: Keras, halus, lembut, kasar, licin dll juga sudah harus dikenalkan semenjak usia bayi.

Sistem Indra taktil ternyata juga berfungsi sebagai signal protektiv seperti pada rasa raba, orang merasakan rasa nyeri, rasa gatal, rasa panas, dingin dll.

Sistem Indera taktil yang normal juga menginformasikan lokasi dari input tersebut, membuat semua orang handicap atau tidaknya mampu menginformasikan dimana letak rasa yang tidak nyaman tersebut, atau di tunjukan dengan tangisan.

Sistem Indera taktil juga sebagai alat pengontrol kepekaan dari syaraf tepi kita
.
Sistem Indera taktil juga menginformaskan keberadaan dan mampu mengetahui posisi tubuh kita, dan itu kita sebut sebagai Body awareness=kesadaran tubuh.

Kemampuan penghayatan (=kesadaran) tubuh sangat diperlukan untuk menunjang perkembangan kemampuan praktis pada diri kita, yaitu kemampuan untuk melakukan serangkaian gerakan secara lancar dan otomatis.

Bila sistem taktil (alat kecap, perabaan, perasaan) tidak mampu kita ekspresikan, maka berarti pada indera tersebut terjadi gangguan :
Pada alat kecap misalnya, kita lihat ciri-ciri seperti : Anak selalu menolak saat jam makan, sering muntah, dan sulit menelan.
Pada alat rabanya maka kita lihat ciri-ciri sebagai berikut : Anak sulit untuk dipeluk, menolak atau membalas memukul bila disentuh tubuhnya, ada pula yang selalu atau setiap saat ingin dibelai/diusap-usap tubuhnya.

Bila sensori kecap kurang peka maka anak akan memperlihatkan :
Makanan langsung ditelan, tanpa dikunyah
Tidak merasakan bila ada makanan tidak masuk kemulutnya, sehingga cara makannya terlihat berceceran (tidak rapi)
Tidak merasakan haus
Tidak sensitif pada rasa kenyang dan lapar

Pengaruh pada belajar dan perilaku :
Tidak mampu mengontrol saat bicara
Tidak mampu membedakan miliknya atau milik orang lain
Tidak mampu membedakan mimik muka orang lain
Tidak mampu belajar kata2 yang sopan
Sering menertawakan orang lain tanpa alasan.
Kertas selalu rusak bila menulis
Tidak mampu menggunakan penghapus dengan benar
Sulit mengkoordinasiulit memahami orang lain

Bila sensori kecap terlalu peka
Saat bayi mudah muntah, dan ini bisa terbawa terus hingga anak menjadi besar
Sulit menelan, terutama bila ada makanan yang kasar
Sulit membedakan rasa di lidah, tidak tau rasa asin, asam, manis, hanya tahu rasa pedas
Sering mual melihat makanan yang tidak disuka

Pengaruh pada belajar dan perilaku
Bayi menjadi sangat cengeng, sulit ditenangkan, malas bergerak
Anak juga pasif, selalu ingin di bantu
Anak kurang mau melakukan banyak hal dengan jari jemarinya
Sulit mengangkat tubuhnya melawan gravitasi
Sulit saat dilatih memegang alat tulis
Sulit tidur

Bila sensori perabaan kurang peka maka anak :
Tidak menyadari kalau barang yang sedang dipegangnya terjatuh.
Tidak merasa sakit bila ada cedera di tubuhnya.
Tidak dapat mengenal benda yang dirabanya bila tidak melihat terlebih dahulu.
Tidak dapat merasakan bila letak bajunya kurang rapih (miring)
Tidak dapat merasakan makanan yang ada disekitar mulutnya.
Tidak mampu menghayati dan mengetahui posisi tubuhnya

Pengaruh pada belajar dan perilaku :
Tidak mampu mengikuti intruksi guru, terutama guru olahraga.
Cenderung tidak ingin diperhatikan bila ingin melakukan hal-hal yang diminta oleh guru atau orang tuanya.
Selalu menjadi bulan-bulanan temannya atau dikucilkan karena sering merusak barang atau menabrak temannya, atau selalu berbuat kesalahan pada saat bermain di satu team.
Sering kehilangan benda-bendanya.

Bila sensori perabaan terlalu peka maka anak :
Menunjukan reaksi negatif (marah-marah) bila tersentuh secara tiba-tiba,
Sering merasa tidak nyaman bila didekati orang.
Tidak menyukai aktivitas yang “Kotor dan basah” lalu menggunakan tangannya.
Tidak suka memakai baju dengan tekstur tertentu,
Tidak suka di bersihkan mukanya, disisir rambutnya atau di gunting rambutnya.

Pengaruh pada belajar dan perilaku :
Sulit untuk berdiri di dalam barisan.
Sering tiba-tiba memukul temannya karena temannya berdiri terlalu dekat .
Sulit untuk dimotivasikan agar mau ikut dalam membuat tugas keterampilan yang menggunakan air, lem cair, tanah liat, bubur kertas, melukis dengan jari dll.
Mudah tersinggung dan sulit menerima pendapat orang lain

 

Sumber: facebook.com/notes/ratih-gandasetiawan

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

" Banyak sekali cara beribadah. Dan di sini salah satunya"
Bu Dewi Kader dari RT 3

Banner
free counters
Free counters

My site is worth$15,643.58Your website value?