Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/posyandu/public_html/plugins/system/myApiConnect.php on line 71
Faktor Budaya Penyebab Kasus KDRT Tinggi
Home Faktor Budaya Penyebab Kasus KDRT Tinggi

Faktor Budaya Penyebab Kasus KDRT Tinggi

Budaya merupakan faktor utama penyebab kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), karena  di era reformasi ini banyak orang Papua secara tidak sadar meninggalkan budayanya, yang menyebabkan meningkatnya kasus tersebut.

Hal ini disampaikan Yossi Wospakrik, Dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, kepada JUBI di Jayapura, Selasa (4/1). Menurutnya, khusus kasus KDRT tak terlalu timbul dan dibawa keranah hukum lantaran belum memiliki aturan khusus.

Bagi dia, kasus KDRT di Papua semakin tinggi karena faktor budaya. Budaya menyatakan bahwa kekerasan itu tidak perlu campur tangan orang lain. “Saya pikir saat ini budaya  itu sudah tergeser,” ungkapnya. Lanjut dia, dimasa lalu ketika seseorang menikah, maka akan membayar mas kawin, sebagai adat (tradisi) yang turun temurun dari leluhur orang pribumi Papua, dimana pembayaran ini merupakan kontrak sosial.

Dikatakan kontrak sosial karena dikumpulkan oleh banyak pihak. Oleh sebab itu, pihak-pihak tersebut dituntut untuk menjaga keluarga yang baru naik pelaminan tersebut.

Dengan demikian, kata dia, tak ada kekerasan yang terjadi dalam keluarga dimasa itu. Namun, saat ini kekuatan adat lemah sehingga tak mampu lagi mengikat keutuhan sebuah keluarga. Adat lemah lantaran banyak dimanfaatkan oleh pihak yang bekepentingan.

Dia menambahkan, hingga kini banyak pihak masih menganggap sepeleh dan menilai masalah itu merupakan persoalan rumah tangga yang tak membutuhkan campur tangan pihak luar. Memang benar, namun  jika kasus KDRT tersebut sudah termasuk dalam kekerasan domestik,  maka pihak luar juga harus turun tangan.

Di tahun 2010, LBH Apik Papua mencatat, kasus KDRT mencapai lebih dari 50 persen, korban pada umumnya perempaun dan anak. Sebelumnya, kasus KDRT meningkat pada tahun 2007 dan 2008. Tahun 2007, kasus kekerasan terhadap isteri di Kota Jayapura mencapai 67 kasus. Selanjutnya, di 2008 meningkat menjadi 97 kasus. (Musa Abubar)

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

ANDA ingin mempunyai Web baik untuk Web Usaha maupun Pribadi?

Kami siap membantu mulai Pembutan Web maupun Mengajarkan Pengoperasionalannya dengan biaya yang sangat murah. Selain itu kami juga bisa membuatkan animasi-animasi sederhana seperti yang kami contohkan di Web posyandu.org ini. Biaya 1 animasi hanya Rp 25.000. Seluruh(100%) hasil/pendapatan pembuatan Web dan Animasi digunakan untuk operasional pembiayaan Posyandu TTC.

Banner
free counters
Free counters

My site is worth$15,643.58Your website value?