Gerakan Peduli Posyandu Dicanangkan

 

Rasio Posyandu di Indonesia yang saat ini 3,56 per desa/kelurahan dari 275.942 yang ada masih perlu ditingkatkan. Hal itu untuk lebih mengoptimalkan penanganan dini dan mencegah meluasnya kejadian penyakit, penurunan angka kematian ibu dan balita serta peningkatan status gizi masyarakat. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Supriyantoro mengatakan, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang keberadaannya berasal dari, oleh dan untuk masyarakat.

"Melalui Posyandu dapat dilakukan berbagai kegiatan yang mengutamakan promotif dan preventif seperti penyuluhan kesehatan dan skrining penyakit, pemberian imunisasi lengkap, serta deteksi dini faktor risiko sehingga dapat segera dilakukan penanganan dini dan mencegah meluasnya kejadian penyakit, penurunan angka kematian ibu dan balita, serta peningkatan status gizi masyarakat," kata Supriyantoro pada Pencanangan Gerakan Peduli Posyandu Provinsi Sumatera Barat tahun 2013 yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Selasa (7/05). Agenda dengan tema “Melalui Kemitraan Kita Tingkatkan Peran Posyandu untuk Mencapai Kualitas Hidup Ibu dan Anak” dilaksanakan di Lapangan Imam Bonjol Padang.

Kementerian Kesehatan RI mencatat, di Indonesia terdapat 275.942 Posyandu, dengan rasio 3,56 Posyandu per Desa/Kelurahan. Dari jumlah tersebut kategori Posyandu Pratama (18%), Posyandu Madya (36%); dan Posyandu Purnama (33%). Supriyantoro mengatakan, Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki UKBM aktif. Ditandai dengan peningkatan jumlah dari 207 Posyandu selama kurun waktu 2008 sampai 2012.

"Keberhasilan pelaksanaan Posyandu erat kaitannya dengan peran aktif kader dan masyarakat. Fungsi kader yang utamanya sebagai pencatat, penyuluh dan penggerak masyarakat merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu," ujarnya. Di bidang kesehatan, kader Posyandu juga berperan dalam melakukan pengawasan minum obat (Tuberkulosis), pengamatan jentik, deteksi dini risiko penyakit tidak menular (PTM) dan penyehatan lingkungan yang sesuai dengan permasalahan kesehatan di masyarakat, (sumber : www.padangmedia.com).

 

Sumber: dinkes.sumbarprov.go.id