Home Karuk

Karuk Penumpas Asma Secara Alami

Karuk Sebagai Alternatif Murah Buat Asma?

Tanaman KarukMemang kegunaan tanaman karuk sebagai herbal penyembuh asma yang jitu belum begitu familiar di masyarakat. Tetapi untuk sebagian orang tanaman karuk cukup di "dewa"kan. Mengapa? Ternyata tanaman ini sangat bagus dan efektif untuk penyembuhan sakit asma. Tidak hanya kemanjuranya, tetapi juga merupakan pengobatan yang murah serta mudah penyiapannya.

 

Penyakit asma memang tidak mengenal usia. Bagi balita dan manula, asma memang sangat mengganggu dan cukup sulit untuk diusir. Obat medis biasanya hanya bersifat meredakan tetapi sulit untuk menghilangkan atau setidaknya menyembuhkan dalam kurun waktu yang lama. Karena itulah tanaman seperti sirih ini bisa digunakan sebagai alternatif penyembuhan asma dengan hasil yang sangat baik. Bahkan banyak yang memberikan tetimoni, setelah menkonsumsi karuk penyakit asmanya bertahun-tahun tidak pernah datang kembali.

 

Tersumbat Lendir


Penyakit asma dikenal orang sejak 2.000 tahun lalu sebagai penyakit alergi. Dalam bahasa Yunani kuno, kata asma secara harfiah dapat diartikan sebagai sesak napas. Orang yang sedang terserang penyakit asma memang merasakan dadanya sesak. Bisa berat, dapat juga ringan. Paling repot kalau serangan datang tengah malam. Biasanya anak-anak lebih rentan terhadap penyakit ini. Ciri-ciri pemunculannya bisa berupa batuk-batuk, sering mengeluarkan dahak, sesak napas, sampai gangguan tenggorokan. Sedangkan orang dewasa umunya lebih sering terserang asma bronkial, yang disertai peradangan pada selaput lendir hidung.

Asma dibedakan jadi dua jenis, yakni asma bronkial dan kardial. Penderita asma bronkial, hipersensitif dan hiperaktif terhadap rangsangan dari luar, seperti debu rumah, bulu binatang, asap, dan bahan lain penyebab alergi. Gejala kemunculannya sangat mendadak, sehingga gangguan asma bisa datang secara tiba-tiba. Jika tidak mendapatkan pertolongan secepatnya, risiko kematian bisa datang.

Gangguan asma bronkial juga bisa muncul lantaran adanya radang yang mengakibatkan penyempitan saluran pernapasan bagian bawah. Penyempitan ini akibat berkerutnya otot polos saluran pernapasan, pembengkakan selaput lendir, dan pembentukan timbunan lendir yang berlebihan.

Sedangkan asma yang timbul akibat adanya kelainan jantung disebut asma kardial. Gejala asma kardial biasanya terjadi pada malam hari, disertai sesak napas yang hebat. Kejadian ini disebut nocturnal paroxymul dyspnea. Biasanya terjadi pada saat penderita sedang tidur.

Serbuan asma, kadang datang mendadak, mengakibatkan sesak napas yang timbul berulang-ulang, desertai napas berbunyi "ngiiik..ngiiik...ngiiik". Hal itu akibat kontraksi kejang (spasmodik) bronkus kecil. Penyakit alergi turun-temurun ini sanggup bertahan selama beberapa hari, karena saluran napas bagian bawah (bronchi) mengalami penyempitan akibat radang. Berkerutnya otot polos saluran pernapasan membuat selaput lendir membengkak dan membentuk timbunan lendir berlebihan. Alhasil, napas jadi sesak.

Ketika bertandang ke kantor Prabowo, Roni mendapat penjelasan mengapa ia disarankan membuat ramuan pegagan atau karuk. Berdasarkan penelitian, terdapat beberapa jenis tumbuhan yang terbukti efektif mengobati penyakit alergi seperti asma. Prabowo lalu menunjukkan hasil penelitian yang dilakukan sejumlah ilmuwan mancanegara yang berkaitan dengan asma.

Dalam Nature’s Choice to Wellness Antioxidan Vegetables (2003) dinyatakan, bukan hanya vitamin A, D, E dan C serta betakaroten yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Beberapa jenis tumbuhan obat pun memiliki senyawa fitokimia dalam kadar tinggi, yang bersifat antioksidan alami, seperti lignan, flovonoid, asam fenol, alkaloid, asam amino.

 

Bau Tajam
Tanaman karuk juga dikenal sebagai obat antiasma. Karuk termasuk tumbuhan obat dari keluarga Piperaceae. Orang Jawa menyebutnya suruh lanang atau cabean, sedangkan di Sumatera ia dipanggil sirih dudu atau karok. Sebutan amelaunune, gafutofure, kado-kado atau sirih tanah didapat karok dari orang Maluku.

 

Di tanah Pasundan karuk sudah lama dimanfaatkan sebagai obat batuk dan obat asma. Sebagai tumbuhan tegak dan menjalar, tingginya dapat mencapai 0.25 – 1 m. Sementara daunnya rada runcing, berbentuk mirip jantung, tak beda jauh dengan daun sirih. Warna daunnya biasanya hijau sampai hijau muda mengkilap, dengan ukuran antara 7 – 15 cm sampai 0.3 – 0.5 cm.

 

Bunganya berumah satu, berbentuk agak bulat. Buah karuk mirip dengan buah berry, agak lonjong dan berwarna putih kehijauan. Tanaman ini ditemukan pertama kali di daerah Cina Selatan, kemudian diperkenalkan ke Indonesia, sebelum akhirnya menyebar luas sampai semenanjung Melayu. Menurut Vimala dan kawan-kawan, karuk di Malaysia telah lama digunakan sebagai obat malaria, batuk, selesma, sakit tulang, sakit pinggang, sakit gigi dan cacingan.

 

Rebusan daun karuk yang ditumbuk juga dapat digunakan sebagai obat urut pasien lumpuh dan sakit tulang. Sementara lulur bahan daunnya biasa dijadikan param kulit dan pengobat sakit kepala. Daun karuk , bersama biji pinang, jika dikunyah dapat mengobati batuk dan asma kronis.

 

Berkolaborasi dengan jahe, karuk berpotensi mengobati sakit gigi. Jika daun karuk itu dihangatkan, ia bisa dijadikan sebagai tapal dada pada orang yang sedang sakit batuk dan sakit tenggorokan.

 

Likhiwitaymuid dalam Tetrahedron, menyebut karuk mengandung beta sitostenol dan amidepelliterine. Karuk masih mempunyai pasukan lain, yaitu empat senyawa akene, pyrrole amide dan dua senyawa tak jenuh, pyrrolidine amides yang dikenal dengan nama sarmentine, serta sarmentosine. Senyawa alkene mempunyai efek menciutkan selaput lendir, selain bersifat aromatik (cocok untuk bahan parfum/kosmetik).

 

Senyawa paling penting dalam penyembuhan batuk dan asma adalah pyrroleamide, yang juga berperan sebagai peluruh dahak (ekspektoran). Sebagai tanaman obat, karuk menghangatkan, memberi kesejukan, antiradang dan mampu meredakan rasa sakit. Baunya yang tajam juga baik dicoba untuk meredakan pernapasan. Kandungan karuk lainnya, yaitu kalsium, kalium, magnesium, karoten, niacin, vitamin B1, B2 dan C dikenal sebagai antioksidan alami.

 

Vimala dan kawan-kawan meyakini, karuk memiliki aktivitas antioksidan sangat tinggi. Setidaknya, tercermin dalam tiga kali uji coba yang mereka lakukan. Tak heran kalau daun segarnya yang sering dikonsumsi sebagai sayuran dapat mencegah penyakit kronis dan baik untuk sekadar menjaga kesehatan.

 

Senyawa Sakti


Tanaman pegagan (Centela asiatica) dan karuk (Piper Sarmentosum) termasuk dua dari beberapa tumbuhan yang menyimpan sifat antioksidasi tinggi. Pegagan merupakan tanaman obat dari keluarga Apiaceae yang lazim tumbuh dan tersebar di kawasan tropis maupun subtropis.

 

Di Indonesia pegagan mudah ditemukan di lahan yang lembab, sepanjang tepian sungai, maupun rerumputan yang cukup mendapat sinar matahari. Tumbuhan ini juga banyak ditemukan di kawasan pegunungan, sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut. Biasanya ditanam orang sebagai tanaman penutup tanah dan sayuran, yang kadang dipakai juga untuk lalapan.

 

Pegagan masuk kategori terna menahun tanpa batang, dengan rimpang pendek dan stolon-stolon merayap. Akar keluar dari setiap bonggolnya, dengan banyak cabang yang berugas membentuk tumbuhan baru. Daunnya berupa daun tunggal berbentuk ginjal dengan tangkai berukuran 5 – 15 cm. Tepinya bergerigi, sementara bunganya berwarna putih atau merah muda, yang tersusun dalam karangan berbentuk payung. Bunga itu keluar dari ketiak daun dengan tangkai pendek. Sedangkan buahnya kecil bergantung, berbentuk lonjong atau pipih.

 

Di Cina, pegagan telah ribuan tahun digunakan sebagai obat kuat (tonik) yang menyehatkan. Dalam ilmu farmasi ia dikenal juga sebagai Folia hidrocotyles, yang dipercaya bisa meningkatkan ketahanan tubuh, mencuci darah, dan memperlancar keluarnya air seni (diuretik). Masyarakat timur jauh Eropa menggunakan pegagan untuk menyembuhkan penyakit menular kronis yang disebabkan Mycobacterium leprae (lepra) dan tuberkilosis (TBC).

 

Manfaat lain dari pegagan, ia memberi pengaruh positif berupa daya rangsang otak dan memperbaiki sirkulasi darah pada pembuluh otak. Orang Sunda memanfaatkan daunnya yang masih segar sebagai lalap, terutama buat penderita kepikunan, obat darah tinggi, strike, asma dan ibu habis melahirkan agar selalu terlihat awet muda. Namun, wanita muda sebaiknya tidak mengkonsumsi tanaman ini, karena dipercaya dapat mengurangi kesuburan.

 

Di Malaysia, pegagan telah lama digunakan untuk mengobati bronchitis, asma, pengeluaran getah lambung yang berlebihan (maag), keputihan, gangguan ginjal, serta radang saluran kencing.

 

Pegagan mengandung senyawa campuran trilepenoid dengan komponen utamanya asiticoside, madecassoside, asam asiatic, dan asam madecassic. Senyawa-senyawa itu mumpuni sebagai antiradang penyembuh luka luar biasa, seperti luka bakar, sirosis hati, infeksi lipra dan borok.

 

Senyawa triterpene berpengaruh pada metabolisme dalam jaringan, yang berhubungan dengan sirkulasi darah pada saraf halus. Pegagan juga mengandung vitamin A dan C sebagai antioksidan alami. Vitamin A berperan membangun daya tahan tubuh terhadap infeksi pernapasan. Sedangkan vitamin C berfungsi mencegah infeksi berbagai jenis virus maupun bakteri, serta mencegah alergi. Juga bermanfaat pada pengobatan radang usus besar, asma, bronchitis dan penurunan kadar kolesterol darah.

 

TIPS

Cara membuat ramuan pemberantas asma dengan karuk

  • Ambil 3 – 5 lembar daun karuk untuk dosis sekali minum, kemudian tumbuk sampai halus, seperti jamu
  • Supaya lebih sedap, tambahkan gula atau madu secukupnya
  • Seduh dengan air panas sekitar setengah gelas, aduk sampai merata dan dinginkan

Ramuan siap saji (untuk sekali minum) pun segera bisa jadi obat asma. Bila pasienya anak-anak, campur tumbukan  dengan susu kesukaannya. Ramuan ini diminum dua kali sehari, pagi dan sore.

Cara membuat ramuan pemberantas asma dengan pegagan

  • Ambil satu genggam pegagan segar, tumbuk sampai halus, kemudian seduh dengan setengah gelas air panas
  • Tambahkan gula atau madu secukupnya, lalu aduk dan dinginkan

 

Sama seperti karuk, ramuan ini cukup diminum dua kali sehari, pagi dan sore.

Sumber: intisari disi 2004 dan berbagai sumber lainnya.

Last Updated (Saturday, 01 December 2012 16:18)

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

" Mereka tak mau digendong ... dan tak mau dipegang tangannya. Berjalan sendiri dengan wajah bersemangat.  Ya ... menambah semangatku untuk lebih giat melayaninya"
Bu Agus Kader dari RT 5

Banner
free counters
Free counters

My site is worth$15,643.58Your website value?