Artikel Media - KB
BKKBN: Tidak Ada Paksaan Ikuti Keluarga BerencanaKepala BKKBN Kalteng, Kusnadi menegaskan tidak ada paksaan ikut Keluarga Berencana (KB) bagi keluarga miskin terkait perubahan slogan baru BKKBN.
|
|
|
- Belajar Posdaya dan KB, Delegasi 3 Negara Kunjungi Indonesia
- Tahun Ini Layanan KB Digratiskan
- RAPBD Harus Responsif Terhadap Isu KB
- Program KB Jadi Investasi Jangka Panjang
- Implementasi Otda Hambat Gerakan KB
- Alokasi Anggaran APBD untuk Keluarga Berencana Kecil
- ndonesia Bisa Jadi ‘Leader’ dalam Program KB
- Petugas KB Harus Bersinergi
- Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk, Kepesertaan KB Genjar Dilakukan
- Suku Anak Dalam Mulai Pakai Kontrasepsi
Keluarga Berencana


Sebagian besar pemerintah kabupaten (pemkab) dan pemerintah kota (pemkot) di Bali telah membentuk kelompok keluarga berencana (KB) pria, untuk mendukung keberhasilan upaya mengatur dan mengendalikan pertumbuhan penduduk.
Guna menekan angka kelahiran, ternyata tak hanya menjadi kewajiban bagi para kaum perempuan, para kaum laki-laki-pun dianjurkan untuk melakukan KB, yakni dengan vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP).





