Home KDRT - Human Trafficking Wanita Harus Berani & Melapor Saat Alami KDRT

Wanita Harus Berani & Melapor Saat Alami KDRT

 

Kekerasan dalam rumah tangga selalu melibatkan pihak wanita yang menjadi korbannya. Ketakutan akan ancaman suami juga menjadi penghalang bagi mereka untuk berani bertindak. Memberanikan mental dan melapor kepada siapa pun menjadi langkah awal untuk mengatasi KDRT.


KDRT bukan lagi masalah baru bagi kebanyakan pasangan rumah tangga di Indonesia, kasus seperti ini sering kali terjadi. Tapi kenyataannya, wanita tidak dapat bertindak apa pun untuk melawan diri dari kekerasan itu. Alhasil, mereka hanya bisa pasrah dan menerima apa adanya dari perlakukan sang suami.

Menyoal hal tersebut, Zoya Amirin, M.Psi, sexual psikologist, menjelaskan bahwa sikap memberanikan diri secara psikolog dan mental penting adanya bagi mereka untuk lepas dari masalah itu.

“Awalnya kebanyakan wanita yang akhirnya kabur dari rumah karena KDRT justru tidak membawa bekal uang sama sekali, itu karena suami mereka yang memegang penuh uang. Jadinya, si suami tahu istri akan ketergantungan pada mereka,” kata Zoya saat berbincang dengan Okezone secara eksklusif seusai acara Perayaan Pengesahan RUU tentang Ratifikasi Protokol Opsional Konvensi Hak-Hak Anak di Gedung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jalan Merdeka Barat No. 15, Jakarta, Jumat (7/9/2012).

Dan satu lagi yang paling berat bagi seorang istri saat mengalami KDRT, tapi sudah memiliki anak, yaitu anak suka ditahan oleh suami. Wanita cantik ini menyarankan sebagai seorang wanita harus juga memiliki keberanian untuk bertindak, karena KDRT sudah merupakan tindakan eksploitasi kekerasan pada wanita.

 

Sumber:  /lifestyle.okezone.com

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

" Mens sana in corpore sano ... di sinilah pembentukan manusia dan SDM unggul dimulai"
Bu Ratih Ketua Pos Yandu TTC

Banner
free counters
Free counters

My site is worth$15,643.58Your website value?