Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/posyandu/public_html/plugins/system/myApiConnect.php on line 71
KB Kendor Kelahiran Tinggi
Home KB KB Umum KB Kendor Kelahiran Tinggi

KB Kendor Kelahiran Tinggi

"Bila program KB Jabar meleset, jelas Jabar terancam lejitan pertumbuhan jumlah penduduk dari kelahiran di atas 1,5 juta bayi per tahun," kata Kepala BKKBN Jawa Barat Rukman Heryana di sela-sela sosialisasi Pos KB di Bandung.

Menurut Rukman, dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Provinsi Jawa Barat dihadapkan dengan masalah pertumbuhan penduduk yang serius, terutama dari angka kelahiran.

Kegagalan di salah satu sektor atau satu daerah saja dalam program KB, jelas akan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan penduduk di provinsi itu.

"Tahun 2010 laju pertumbuhan penduduk Jabar 1,89 persen, ada penurunan dari sebelumnya 2,03 persen. Namun hal itu tidak bisa jadi ukuran karena dinamika pertumbuhan penduduk di Jabar sangat sensitif karena jumlah penduduknya terbanyak di Indonesia," katanya.

Ia menyebutkan, melalui program revitalisasi program KB dengan mengoptimalkan kembali Pos KB dan Petugas Lapangan KB (PLKB) Jabar sudah berhasil menekan angka LPP menjadi di bawah dua persen.

Namun bila aksinya tidak terus ditingkatkan, jelas penambahan penduduk melalui kelahiran sulit diatasi, saat ini angka kelahiran di Jabar 750.000 per tahun. Namun bila program KB meleset, potensi pertumbuhan kelahiran bisa mencapai dua kali lipat.

"Angka 750.000 kelahiran per tahun sebenarnya stagnan sejak tahun 1970-an, tapi itu tidak bisa menjadi patokan karena aksi KB di Jabar harus terus dioptimalkan," katanya.

Kepala BKKBN Jabar itu menyebutkan, jumlah peserta KB di Jabar saat ini sebanyak 6,7 juta akseptor. Terbanyak akseptor KB suntik sekitar 3,3 juta, pil 1,7 juta, IUD 800.000 akseptor dan sisanya KB lain-lain.

"Jangan salah, jika saja satu persen dari peserta KB aktif itu melahirkan, maka LPP diperkirakan akan naik sebanyak 1,5 persen, sehingga jelas jumlah kelahiran di Jabar sangat sensitif bagi laju pertumbuhan penduduknya," katanya.

Untuk itu, KB tidak boleh kendor. Salah satunya terus berupaya untuk meminimalisasi peserta drop out atau yang melepas KB agar tidak sampai melebihi dari 10 persen.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, Hj Netty Heryawan, menyebutkan pihaknya akan menggerakan kader PKK untuk mendorong program KB di masyarakat. Salah satunya dengan menekankan sinergitas antara PKK dengan PLKB di lapangan.

"Saat ini ada sekitar 7.000-an Pos KB di Jawa Barat, melibatkan kader PKK. Sedangkan PLKB-nya akan terus ditambah, saat ini baru sekitar 3.500 orang, dalam setahun ke depan diharapkan menjadi 5.000 orang," kata Netty Heryawan yang juga istri Gubernur Jabar itu menambahkan.

( sumber : Jabar.bkkbn.go.id )

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

" Banyak sekali cara beribadah. Dan di sini salah satunya"
Bu Dewi Kader dari RT 3

Banner
free counters
Free counters

My site is worth$15,643.58Your website value?