Home Menyusui dan Susu Kombinasi Susu Formula-ASI Bantu Ibu Menyusui Lebih Lama

Kombinasi Susu Formula-ASI Bantu Ibu Menyusui Lebih Lama

 

Menyusui bayi baru lahir dengan berat badan kurang dengan susu formula dan Air Susu Ibu (ASI) ternyata membantu para ibu bisa menyusui lebih lama lagi.

Pedoman yang dikeluarkan National Health Service (NHS) Inggris menyatakan bahwa para ibu seharusnya menyusui bayi mereka selama enam bulan pertama kehidupan mereka.

Meski demikian, hasil penelitian terbaru ini menemukan bahwa kombinasi antara susu formula dan ASI bisa membantu, baik ibu maupun daya tahan sang bayi dengan menerima asupan ASI.

Penelitian ini menemukan bahwa jika para ibu merasa mampu memberikan bayi mereka susu formula bersama-sama dengan ASI, maka para ibu ini bisa lebih lama menyusui.

Selama ini ada anggapan bahwa banyak ibu yang berhenti menyusui dan menggantinya dengan memberikan susu formula karena mereka khawatir bahwa mereka tidak memproduksi cukup banyak ASI.

Para peneliti di University of California menganalisa 40 bayi dengan berat badan kurang berusia antara dua hingga empat hari.

Secara acak, para bayi itu diberikan susu formula terbatas lebih awal (ELF) yang mengandung sepertiga dari 450 gram susu formula untuk bayi, kemudian diikuti dengan pemberian ASI atau hanya ASI saja.

Setelah beberapa hari, pemberian susu formula kemudian dihentikan ketika para ibu mulai memproduksi ASI matur.

Setelah satu minggu, semua bayi di kedua kelompok tersebut masih terus diberikan ASI, namun hanya satu dari 10 dari bayi ELF yang diberikan susu formula dalam kurun waktu 24 jam, dibandingkan dengan separuh bayi lainnya yang ada dalam kelompok yang dikontrol.

Tiga bulan kemudian, hampir dua kali lipat bayi ELF tersebut terus mendapatkan ASI.

"Ketimbang memberikan sebotol penuh susu formula yang akan membuat bayi sulit untuk kembali menyusui ASI, ELF merupakan sebagian kecil suplementasi dengan tujuan yang jelas untuk meredakan stres yang dialami oleh para ibu baru apakah mereka memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup," kata Dr Valerie Flaherman dari University of California, San Francisco.

Ia mengatakan bahwa para ibu baru yang bayinya memiliki berat badan kurang bisa berhenti menyusui karena mereka meyakini bahwa bayi mereka tidak cukup mendapatkan makanan dan merasa kelaparan, atau karena hanya rewel saja.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa memberikan bayi-bayi tersebut dengan sedikit susu formula lebih awal mungkin bisa mengurangi kekhawatiran dan membuat para ibu merasa percaya diri untuk terus menyusui," katanya. "Berdasarkan temuan kami ini, para petugas klinik perlu mempertimbangkan untuk merekomendasikan diberikannya susu formula dalam jumlah kecil untuk sementara waktu kepada para ibu baru yang bayi mereka mengalami penurunan berat badan yang signifikan."

NHS yang mendorong bahwa "Menyusui adalah yang terbaik", dalam situs mereka tidak merekomendasikan untuk menggabungkan susu formula dengan ASI.

Sebaliknya, mereka menunjukkan beberapa cara bagi para ibu untuk mengatasi masalah kesulitan menyusui sehingga mereka bisa terus memberikan ASI, dengan mengatakan, "Solusinya sesederhana seperti mengubah posisi bayi Anda atau menyusui bayi Anda lebih sering lagi."

"Pemberian ASI eksklusif (hanya memberikan ASI saja) direkomendasikan diberikan sekitar enam bulan pertama kehidupan bayi Anda."

"Setelah itu, pemberian ASI untuk bayi Anda bersama makanan lainnya akan membantu bayi terus tumbuh dan berkembang."

"Setiap hari Anda menyusui akan memberikan perbedaan bagi Anda dan bayi Anda."

Menyusui diasosiasikan dengan mendapatkan berbagai keuntungan kesehatan, termasuk mengurangi resiko terkena infeksi dan alergi dan memberikan nutrisi berimbang agar bayi menjadi lebih kuat.

Sementara itu, hasil penelitian terbaru ini mendapatkan kritikan dari kalangan medis.

"Hasil penelitian ini provokatif dan bertentangan dengan pandangan konvensional," kata Dr James Taylor dari University of Washington Medical Center's Newborn Nursery.

"Sangat penting bahwa kita melakukan lebih banyak percobaan terkontrol acak untuk meningkatkan jumlah ibu menyusui ketimbang mengandalkan pada studi observasional yang sangat membingungkan atau bias pendapat ahli."

 

Sumber:   shnews.co

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

"Tentu saja bukan sekedar iseng. Ini satu panggilan yang sangat menyenangkan"
Bu Ida Kader dari RT 2

Banner
free counters
Free counters

My site is worth$15,643.58Your website value?