Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/posyandu/public_html/plugins/system/myApiConnect.php on line 71
Bayi ASI Lebih 'Rewel' Daripada Bayi Sufor
Home Menyusui dan Susu Bayi ASI Lebih 'Rewel' Daripada Bayi Sufor

Bayi ASI Lebih 'Rewel' Daripada Bayi Sufor

Air Susu Ibu (ASI) disebut sebagai makanan terbaik bagi buah hati yang baru lahir. Sebuah studi terbaru menemukan, bayi ASI menunjukkan perilaku yang lebih 'rewel' dan sulit ditenangkan ketimbang bayi yang diberi susu formula.

Studi dari Universitas Cambridge Inggris menemukan bayi yang minum ASI lebih  sering menangis, lebih sedikit tersenyum dan tertawa serta lebih sulit ditenangkan dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula.

Para peneliti mengungkap, bayi ASI yang lebih cepat marah adalah sesuatu yang alami, bukan merupakan tanda stres atau kelaparan. Sebaliknya, itu adalah cara bayi untuk menjalin ikatan, mencari perhatian dan keamanan dari ibunya.

Sementara bayi yang diberi susu formula lebih mungkin mengalami kelebihan makan. Sama seperti orang dewasa yang merasa nyaman dengan makanan, bayi sufor lebih tenang daripada yang seharusnya.

Studi pertama dari jenisnya ini mengamati temperamen 300 bayi saat mereka berusia tiga bulan. Para ibu menjawab 200 pertanyaan mengenai anak-anak mereka dari saat bayi dimandikan, dipakaikan baju hingga saat tidur. Hasilnya sedikit bervariasi antara anak laki-laki dan perempuan, perbedaan status sosial ekonomi orang tua dan usia ibu.

Temuan yang dimuat dalam jurnal PLoS ONE melaporkan, ada kaitan antara dua metode pemberian makan, bayi yang diberi ASI atau sufor. Peneliti Dr Ken Ong dari Unit Dewan Penelitian Medis Epidemiologi di Cambridge, mengatakan bahwa tangisan bayi ASI bukan selalu karena mereka lapar. Sebaliknya, anak mungkin hanya mencari kenyamanan dan kedekatan dengan ibunya.

"Temuan kami pada dasarnya mirip dengan tahap kehidupan lainnya, bahwa orang menemukan kenyamanan dalam makan," katanya kepada Daily Mail.

Ditambahkan, "sebaliknya, bayi dengan sufor mendapatkan nutrisi lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Bayi ini mungkin akan mengalami kelebihan berat badan dengan cepat," katanya.

Dr Ong menyarankan, daripada menunda menyusui ASI atau malah memberi sufor, orang tua seharusnya lebih realistis atas perilaku normal bayi. Mereka juga diminta memahami situ