Home Pertumbuhan

Perkembangan Balita

Amankah Mainan Milik Balita Anda?

Semakin banyak pilihan mainan beredar sekarang ini, baik jenis, bahan, local maupun impor. Bagaimana memilih yang aman untuk Balita? Ada banyak hal yang dapat dicermati untuk menilai aman atau tidaknya mainan. Seperti hal-hal dibawah ini:

Last Updated (Friday, 18 May 2012 15:30)

Read more...

 

Balita Susah Makan

Apakah balita anda tidak mau makan kecuali makanan tertentu atau malah lebih suka bermain daripada makan apapun?

Berikut tips untuk balita anda agar waktu makan tidak menjadi ajang peperangan :

Last Updated (Friday, 18 May 2012 15:30)

Read more...

 

Kenali Gejala Alergi Susu Sapi

Kasus Alergi susu Sapi memang lebih banyak ditemui pada bayi, terutama bayi yang mempunyai riwayat alergi susu sapi di dalam keluarganya.
Walaupun rata-rata alergi ini akan menghilang seiring dengan bertambahnya usia si bayi.

Last Updated (Friday, 18 May 2012 15:31)

Read more...

 

Tips Menyiapkan MPASI

 

 

Panduan Menyiapkan Makanan Bayi

Kapan saat yang tepat memberikan MPASI?
Pertumbuhan bayi usia di atas 6 bulan membutuhkan asupan zat Gizi yang lebih beragam. Selain itu aktifitas fisiknya semakin meningkat serta pertumbuhan yang pesat sehingga ia memerlukan kalori dan nutrisi selain ASI, dan jumlahnya pun bertambah sejalan dengan pertumbuhannya. Pada saat inilah yang tepat untuk memberikan Makanan Pendamping ASI atau MPASI.

Seperti apa MPASI itu?
Makanan Pendamping ASI  sebaiknya mengandung banyak cairan, terutama untuk bayi usia 6 bulan yang baru belajar makanan padat. Cairan didapatkan dari bahan makanan yang mengandung banyak cairan seperti pure buah, jus buah segar dan penambahan air matang atau ASI/Susu Formula. Pastikan memberi bayi makanan segar, bukan jus hasil buatan pabrik terutama yang bukan diperuntukan untuk makanan bayi.

Bagaimana memilih bahan MPASI?
Usia bayi 6-8 bulan:
Jenis buah: pepaya, pri, apel, pisang, melon dan jeruk baby
Jenis sayuran: brokoli, bayam merah/hijau, wortel dan daun kangkung
Kacang-kacangan: kacang hijau, kacang merah, kacang polong dan kedelai. Untuk beberapa jenis kacang seperti kacang merah dapat dikupas dahulu di awal pemberian.

Usia bayi 8-9 bulan:
Semua yang diberikan di usia sebelumnya, ditambah beberapa makanan sumber karbohidrat dan protein.
Sumber Karbohidrat: beras merah/putih, Jagung manis, labu kuning
Sumber protein: daging sapi dan daging ayam (pilih daging tanpa lemak), hati ayam, daging ikan tanpa duri seperti salmon, gindara, tenggiri, marlin dan kakap. Tempe dan tahu/tofu.
Bahan tambahan: yogurt bayi dan keju alami,  ada juga keju khusus bayi yang rasanya tawar serta sedikit mengandung garam.

Usia bayi 9-12 bulan:
Pada usia ini bayi dapat mulai diperkenalkan pada variasi rasa dan tekstur makanan yang beragam sehingga menambah perbendaharaan cita rasa si kecil
Sayuran berserat seperti buncis muda dan kacang kapri
Kuning telur yang dimasak hingga matang
Bahan makanan seperti makaroni, pasta dan mie. Hindari mie instan plus bumbunya karena mengandung banyak garam dan vetsin. Sebisa mungkin tidak menambahkan bumbu dan kaldu instan.
Finger food atau makanan yang dipotong-potong seukuran jari seperti apel, pir, wortel yang dapat dikukus sebentar, mentimun dan kentang goreng.

Bagaimana mengolah makanan bayi?
Banyak ragam cara pengolahan yang dapat anda ikuti. Detil pengolahan dapat dilihat di setiap resep makanan balita. Beberapa saran dan tips pengolahan standar sebagai berikut:

  • Pastikan mencuci tangan sebelum mempersiapkan makanan bayi
  • Gunakan peralatan yang disediakan khusus untuk bayi. Tak perlu yang mahal, cukup pisahkan peralatan memasak untuk bayi dengan peralatan masak untuk keluarga
  • Perhatikan kebersihan peralatan tersebut, pastikan untuk mencuci bersih peralatan masak dan makan. Peralatan makan dapat disterilisasi dahulu sebelum digunakan.
  • Bahan makanan dapat dikukus, rebus, ditim atau dimatangkan dengan microwave tergantung dari jenis makanannya
  • Untuk membuat pure buah yang halus anda dapat menggunakan food processor, atau pergunakan alat sederhana seperti penyaring teh setelah diblender dengan sedikit air.
  • Usahakan untuk mengolah bahan makanan untuk sekali makan terutama pure buah.
  • ASI atau susu formula dapat ditambahkan dalam proses pengolahan.
  • Bubur halus dapat dibuat sekaligus untuk disimpan di freezer paling lama hingga 30 hari. Wadah penyimpanan dapat menggunakan wadah es batu dan dimasukan dalam kantung plastik pembungkus. Dapat juga digunakan wadah-wadah plastik khusus makanan seukuran sekali makan. Untuk menyajikannya dapat dipanaskan dengan microwave, dengan mengukus atau cukup dipanaskan di atas kompor.
  • Hindari menyimpan makanan sisa di freezer. Sebaiknya sisa makanan dibuang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


http://bayibalita.com/2010/12/tips-menyiapkan-mpasi/

Last Updated (Friday, 18 May 2012 15:31)

 

Tips Perawatan Bayi Baru Lahir

Anda calon ibu atau bunda yang barus saja melahirkan bayi mungil? Tak perlu bingung perawatan seharo-hari apa saja yang mesti diperhatikan, ikuti tips berikut. Sedikitnya ada 7 perawatan bayi baru lahir yang harus dilakukan:

Read more...

 

Memilih Sepatu yang Aman dan Nyaman untuk Balita

Memilih sepatu untuk balita bukan lagi hal yang sederhana. Si kecil pun semakin sadar akan gaya dan mode serta ingin tampil lebih modis. Dengan semakin beragamnya model sepatu yang tersedia di pasaran maka pilihan pun semakin beragam. Tugas ayah bunda untuk memilihkan sepatu yang tidak hanya gaya dan bagus untuk Balita tapi juga nyaman dan aman.

Read more...

 

Asupan Susu yang Optimal

Susu merupakan salah satu kebutuhan pokok bayi dan balita. Gizi dan nutrisi dalam segelas susu mengandung sejumlah manfaat yang berguna dalam tumbuh kembang anak, terutama di usia dini mereka. Namun terlalu banyak asupan susu justru dapat mengundang banyak masalah. Beberapa masalah yang dapat muncul akibat terlalu banyak asupan susu antara lain dapat menyebabkan kegemukan, merusak gigi, kehilangan selera makan dan kekurangan zat2 lain yang terkandung dalam sumber makanan selain susu.

Read more...

 

10 Tips Aman Memberi Makan Pada Bayi

 

 

1.    Jangan pernah meninggalkan bayi Anda sendirian pada saat makan. Jangan jauh-jauh selama waktu makan, dan pelajarilah cara menangani bayi tersedak.
2.    Jangan berikan bayi Anda kacang-kacangan, hot dog, pretzel, keripik, wortel mentah dan barang-barang lain yang dapat menyebabkan tersedak. Berikan bayi Anda makanan yang dihaluskan, bubur, atau mudah larut dalam mulut bayi (seperti biskuit Ritz).
3.    Jangan pernah memberikan madu kepada anak di bawah usia 12 bulan. Beberapa dokter anak bahkan menyarankan untuk menunggu sampai anak Anda lebih dari 18 bulan.
4.    Hati-hati dengan alergen umum seperti selai kacang, jus jeruk, telur, jagung dan gandum. Jika keluarga Anda memiliki riwayat alergi, bicarakan dengan dokter anak Anda tentang makanan yang mungkin harus Anda hindari untuk berapa lama.
5.    Jangan simpan porsi makanan yang tersisa/tidak habis dimakan di dalam lemari es – sebaiknya buang langsung sisa makanan bayi. Air liur dari mulut bayi dapat menyebabkan bakteri tumbuh dalam porsi makanan yang tersisa.
6.    Jangan panaskan makanan untuk bayi Anda dalam microwave. Bahkan jika diaduk secara menyeluruh, beberapa bagian mungkin tetap panas dan bisa membakar lidah bayi Anda. Sebaiknya Anda memanaskan makanan di atas api kecil sambil diaduk merata atau cukup dipanaskan di atas air panas.
7.    Jangan mengurangi asupan lemak bayi Anda ketika makan makanan padat. Bayi Anda tidak akan mendapatkan keuntungan dari  makanan “rendah lemak” makanan, ia membutuhkan lemak.
8.    Jangan pernah menaruh bubur bayi atau makanan padat lainnya ke dalam botol untuk bayi. Ini bisa menjadi bahaya tersedak dan tidak baik untuk gigi.
9.    Jangan berikan makanan pada bayi di dalam mobil. Kecuali Anda mengawasinya sepanjang waktu (yang berarti Anda tidak melihat jalan! ) Tidak mungkin mendengar kalau dia mulai tercekik.
10.    Hati-hati dengan makanan yang dapat terselip di gigi (seperti kismis). Bersihkan gusi dan gigi bayi Anda dengan kain basah sampai ia cukup umur untuk mengosok gigi.

 

http://bayibalita.com/2010/08/10-tips-aman-memberi-makan-pada-bayi/

Last Updated (Friday, 18 May 2012 15:32)

 

Kemampuan Motorik Kasar Anak usia 1 tahun

 

 

Pada usia 1 tahun mulai semakin banyak keterampilan yang dikuasai anak. Pada awal usia satu tahun, anak semakin aktif bergerak dan mencoba hal-hal baru yang membutuhkan aktifitas motorik baik kasar maupun halus.

Dukungan orang tua sangat besar untuk menumbuhkan minat baru pada anak karena di usia inilah saat yang tepat untuk memperkenalkan anak akan berbagai keterampilan baru. Pastikan anak mempunyai ruang gerak yang cukup dan aman hingga tidak menghambatnya melakukan aktifitas motorik. Hindari ruangan yang membahayakan seperti terlalu banyak furnitur, pernak pernik yang gampang pecah atau lantai yang licin. Dengan demikian anak tidak akan terlalu sering mendengar kata “jangan” yang dapat menyebabkan ia malas untuk mencoba hal baru.

Salah satu parameter perkembangan anak pada kurun waktu ini adalah kemampuan berjalan. Pada usia empat belas bulan umumnya kemampuan berjalan anak telah mencapai 90%. Segera berkonsultasi pada dokter spesialis anak jika pada usia ini anak belum menunjukan kemampuan berjalan sesuai usianya.

Apa saja kemampuan motorik kasar anak usia 1 – 1.5 tahun? Antara lain adalah;

  • Berdiri sambil berpegangan
  • Berdiri tanpa berpegangan
  • Mencoba berjalan sambil berpegangan
  • Berjalan sendiri beberapa langkah tanpa bantuan
  • Berjalan tanpa terjatuh
  • Menaruh bola dalam kotak
  • Menggelindingkan bola

Perhatikan aktifitas Balita satu tahun anda, dan catat perkembangannya. Ingatlah bahwa setiap anak mempunyai tahap-tahap tumbuh kembang yang berbeda.

 

http://bayibalita.com/2010/08/kemampuan-motorik-kasar-anak-usia-1-tahun/

Last Updated (Friday, 18 May 2012 15:33)

 

Ciri Perkembangan Motorik Halus usia 1 tahun

Sebagai orang tua, dukungan yang dapat diberikan adalah memberi anak kesempatan untuk melakukannya sendiri, tidak menuntut kerapian dan tunjukan minat dan apresiasi terhadap hal-hal baru yang anak lakukan. Pastikan anak mendapat kesempatan dan dukungan yang cukup untuk mencoba hal-hal baru sehingga minat dan keinginan-tahunya terus meningkat.

Read more...

 

Melatih Motorik HalusMelatih Motorik Halus

Pada usia satu tahun kemampuan motorik halus dan koordinasi visual motorik anak juga mengalami perkembangan pesat. Pastikan anak mendapat kesempatan dan dukungan yang cukup untuk mencoba hal-hal baru sehingga minat dan keinginan-tahunya terus meningkat.

Read more...

 
More Articles...
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

" Banyak sekali cara beribadah. Dan di sini salah satunya"
Bu Dewi Kader dari RT 3

Banner
Banner
free counters
Free counters

My site is worth$15,643.58Your website value?