Home Program KB di Indonesia

Program KB di Indonesia

 

* Upaya peningkatkan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera (Undang-undang No. 10/1992).
* Keluarga Berencana (Family Planning, Planned Parenthood) : suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi.
* WHO (Expert Committe, 1970), tindakan yg membantu individu/ pasutri untuk: Mendapatkan objektif-obketif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan dan menentukan jumlah anak dalam keluarga.

Tujuan Program KB

* Tujuan umum adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekutan sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
* Tujuan lain meliputi pengaturan kelahiran, pendewasaan usia perkawinan, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
* Kesimpulan dari tujuan program KB adalah: Memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu, anak, keluarga dan bangsa; Mengurangi angka kelahiran untuk menaikkan taraf hidup rakyat dan bangsa; Memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB dan KR yang berkualitas, termasuk upaya-upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi.

Tujuan KB berdasar RENSTRA 2005-2009 meliputi:

1. Keluarga dengan anak ideal
2. Keluarga sehat
3. Keluarga berpendidikan
4. Keluarga sejahtera
5. Keluarga berketahanan
6. Keluarga yang terpenuhi hak-hak reproduksinya
7. Penduduk tumbuh seimbang (PTS)

Sasaran Program KB

Sasaran program KB tertuang dalam RPJMN 2004-2009 yang meliputi:

1. Menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk menjadi sekitar 1,14 persen per tahun.
2. Menurunnya angka kelahiran total (TFR) menjadi sekitar 2,2 per perempuan.
3. Menurunnya PUS yang tidak ingin punya anak lagi dan ingin menjarangkan kelahiran berikutnya, tetapi tidak memakai alat/cara kontrasepsi (unmet need) menjadi 6 persen.
4. Meningkatnya pesertaKB laki-laki menjadi 4,5persen.
5. Meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi yang rasional, efektif, dan efisien.
6. Meningkatnya rata-rata usia perkawinan pertama perempuan menjadi 21 tahun.
7. Meningkatnya partisipasi keluarga dalam pembinaan tumbuh kembang anak.
8. Meningkatnya jumlah keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera-1 yang aktif dalam usaha ekonomi produktif.
9. Meningkatnya jumlah institusi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan Program KB Nasional.

Ruang Lingkup KB

Ruang lingkup KB antara lain: Keluarga berencana; Kesehatan reproduksi remaja; Ketahanan dan pemberdayaan keluarga; Penguatan pelembagaan keluarga kecil berkualitas; Keserasian kebijakan kependudukan; Pengelolaan SDM aparatur; Penyelenggaran pimpinan kenegaraan dan kepemerintahan; Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas aparatur negara.

Strategi Program KB

Strategi program KB terbagi dalam dua hal yaitu:

1. Strategi dasar
2. Strategi operasional

Strategi dasar

* Meneguhkan kembali program di daerah
* Menjamin kesinambungan program

Strategi operasional

* Peningkatan kapasitas sistem pelayanan Program KB Nasional
* Peningkatan kualitas dan prioritas program
* Penggalangan dan pemantapan komitmen
* Dukungan regulasi dan kebijakan
* Pemantauan, evaluasi, dan akuntabilitas pelayanan

Dampak Program KB

Program keluarga berencana memberikan dampak, yaitu penurunan angka kematian ibu dan anak; Penanggulangan masalah kesehatan reproduksi; Peningkatan kesejahteraan keluarga; Peningkatan derajat kesehatan; Peningkatan mutu dan layanan KB-KR; Peningkatan sistem pengelolaan dan kapasitas SDM; Pelaksanaan tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintahan berjalan lancar.

 

Sumber lusa.web.id


Rangkaian acara Rakerda Program KB Kabupaten Barito Kuala adalah sebagai berikut :
1. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB
2. Sambutan Kepala Badan KB Pemberdayan Perempuan Perlindungan Anak Kabupten Batola Drs. H Syarkawi  HAM, MPd. berisi antara lain :
a) Peserta Rakerda terdiri dari :
1) Mitra kerja sebanyak 20 orang
2) Camat 17 orang
3) TP PKK Kecamatan sebanyak  17 orang
4) Kepala Puskesmas sebanyak 19 orang
5) K epala UPT BKB sebanyak 12 orang
6) Klinik KB sebanyak 421 orang
b) Evaluasi terhadap program KB di Batola dilaksanakan dengan biaya sharing antara APBN dan APBD pad BP3A KB.
c) Dasar pelaksanaan Rakerda adalah Perkembangan Kependudukan & KB termasuk dalam PP 62 tahun 2010 dimana BKKBN Propinsi masih vertical Perda No. 17 tahun 2010 berubah menjadi Badan Keluarga Berencana. Tantangan yang dihadapi Batola sesuai dengan hasil sensus penduduk 2010  sebesar 3,6 juta jiwa yang berarti terdapat pertambahan disbanding Sensus Penduduk 2000 sebesar 3 juta 600 jiwa.  Untuk Kabupaten Barito Kuala,  Sensus Penduduk tahun 2010 sebesar 276.000 jiwa disbanding sensus Penduduk tahun 2000 sebesar 245.000 sehingga selisihnya 31.000 jiwa. Inilah landasan untuk melaksanakan program KB di Batola untuk mengendalikan lonjakan penduduk. Hasil Pendataan Keluarga Tahun 2010 terdapat 81.000 KK dengan peserta KB sebanyak 44.000 Keluarga Pra KS dan sebanyak 7.000 keluarga KS I dan di Kabupaten Barito Kuala terdapat 22.000 lebih yg akan menjadi sasaran penggerakan dan revitalisasi Program KB di desa.
3. Penyerahan kunci sepeda motor kepada PKB kecamatan Rantau Badauh oleh asisten II sekda Batola didampingi kepala BKKBN
4. Sambutan dan Membuka Rakerda Bupati  diwakili Asisten II Sekretaris Daerah Barito Kuala
Progarm KB sangat penting dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas di masa mendatang sesuai dengan pengertian KB yang terdapat dalam UU no 53 tahun 2009. Kependudukan memiliki implikasi yang luas terhadap semua sektor kehidupan yang terkait dengan pembiayaan yang dikeluarkan Pemerintah maka cara terbaik adalah dengan mengendalilkan Laju Pertumbuhan Penduduk melalui Keluarga Berencana. Diharapkan SKPD-KB terkait untuk meningkatkan pelayanan dan mengevaluasi kembali yang telah dikerjakan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada. Dalam rangka tugas-tugas Pemerintahan sesuai Perpres 62/2010 tentang BKKBN dipandang perlu menerapkan organisasi berbasis kinerja. Sejalan dengan Perpres 5/2005 mengenai RPJM maka sasaran kinerja organisasi harus disesuaikan dengan kinerja dalam Renstra. Rakerda ini diharapkan dapat mengevaluasi secar amenyeluruh kegiatan selama tahun 2010.
Mengingat pentingnya program Kb dan mendukung tercapainya program KB , Pemda memberi dukungan melalui :
a) Pemberian alokon bagi Keluarga Pra Sejahtera
b) Dukungan tenaga pelayanan bg kontap
c) Kualitas pelayanan KB
d) Pengadaan perbaikan pendukung berupa Mupen, Operasional PPKBD, pengadaan gudang alokon dan lain-lain
SKPD yang terkait dengan program KB dan mitra terkait untuk mengevaluasi dan belajar sehingga tujuan dan sasaran yang menjadi KKP SKPD-KB mendapat hasil maksimal.
5. Do’a
6. Materi Rakerda Pertama PKBN oleh Kepala BKKBN Propinsi Kalsel Kalimantan Selatan berisikan :
a) Latar Belakang Materi Pembanguna Kependudukan dan KB
b) Isi materi berupa Renstra BKKBN Propinsi Kalsel dan Data Pencapaian KKP tahun 2010 serta KKP Tahun 2011
c) Pengenalan alat kontrasepsi Pil KB Pria yang berasal dari daun Gandarusa di tanah Papua  adalah bahan untuk pil KB pria setelah dilakukan penelitian terhadap herbal yang sering dikonsumsi oleh Suku Asmat
d) Pengenalan Kondom Pria dan Kondom Wanita
e) Pertanyaan
1) Dari TP PKK Kecamatan Rantau Badauh
· Kondom  =>  efek samping dalam penggunaan alat kontrasepsi mantap. Petugas medis sebagai model
· Pertumbuhan penduduk dibarengi dengan ;perceraian termasuk akibat penggunaan KB
2) Supian Suri, kepala Puskemsas Mantuil
· Lambang KB berubah mohon penjelasan
· Visi dalam rangka penduduk tumbuh seimbang. Puskesmas ada target pencapaian imunisasi dan kelahiran yang apabila tahun 2015 penduduk tumbuh seimbang
3) H. Arsanai RS Marabahan
· Saat ini saat yang paling baik untuk Rakerda 2011, kekurangan yakni berupa Tim kemitraan antara BKKBN, DInkes dan Depag serta lembaga lain. Hari ini hanya menyimak materi dari BKKBN.
f) Jawaban :
1) Analisa dari BKKBN sebenarnya terkait dengan gender terutama dalam hal pengambilan keputusan dalam kesehatan reproduksi seperti penggunaan alat kontrasepsi. Kesadaran kesetaraan gender ini yang harus di tingkatkan apalagi bila dilihat dari angka keterlibatan pria dalam ber KB hanya 1,5% dari peserta KB dan 0,9% menggunakan kondom dan 0,6% menggunakan pil
2) Pertumbuhan ekonomi disertai pertumbuhan penduduk sedangkan perceraian sebagian besar dipengaruhi oleh factor ekonomi, public figure adalah model.
3) Logo KB disesuakan dengan perubahan lingkungan strategis. Makna yang  terkandung di dalam logo tersebut adalah matahari terbit atau gerbang kehidupan, Ibu-Bapak menggandeng  anak dengan posisi di luar mendekati gerbang kehidupan berupa matahari terbit itu menandakan tanggung jawab orangtua dalam mengantarkan pada masa depan sedangkan tulisan KB dengan huruf kecil dan warna lebih gelap menandakan kematangan dalam program Keluarga Berencana.

PERTEMUAN DENGAN SETDA BATOLA


a. Pertemuan Kepala BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan, Dra. Chamnah Wahyuni,MBA. dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, Ir. Supriyono di dampingi Kepala Badan KB dan P3A Kabupaten Barito Kuala bertempat di ruang kerja Setda Barito Kuala tanggal 14 April 2011 dengan hasil pertemuan sebagai berikut :
1) Kepala BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan
a) Meminta dukungan untuk pelaksanaan program KB sebab dari hasil Sensus Penduduk 2010 terlihat angka yang menunjukkan kemungkinan terjadinya ledakan penduduk.
b) Mengingat Barito Kuala merupakan salah satu daerah Galcitas hendaknya bisa bersama-sama menggarap masalah kependudukan melalui semua sektor pembangunan misalnya pemberian bea siswa bagi anak peserta KB
c) Adanya kegiatan Jampersal bagi ibu hamil yang memeriksakan kehamilan dan proses kehamilan di bidan atau sarana medis yang dilanjutkan dengan pelayanan KB
d) Adanya dana DAK untuk Program Kependudukan dan KB, diharapkan Pemda dapat mengawal dan memberikan dukungan
2) Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala
a) Pada dasarnya Pemerintah Daerah Barito Kuala setuju dengan adanya program KB bahkan mendukung program KB dalam berbagai sektor.  Selanjutnya dalam setiap kegiatan yang terkait dengan masyarakat, peserta KB akan menjadi prioritas utama dan menjadi syarat untuk mendapat pelayanan.
b) Saat ini Pemda Barito Kuala telah mengupayakan pemerataan bidan di seluruh desa sehingga setiap desa memiliki service center atau pusat pelayanan kesehatan dan KB
c) Saat ini sudah berlangsung kegiatan Pembinaan Keluarga Harapan di Kabupaten Barito Kuala dengan cara memberi insentif kepada  keluarga harapan atau keluarga miskin atau keluarga pra sejahtera dalam kegiatan :
d) Untuk Jampersal sudah di sosialisasikan melalui beberapa kegiatan Pemerintah Daerah
e) Dalam pengamatan Menteri Keuangan RI, Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Kuala merupakan salah satu daerah yang selalu dapat menyerap dana DAK termasuk DAK Program KB kemudian mengawal dana DAK tersebut sampai terealisasi sebab kemajuan DAK dapat diukur dan bila tidak mendapat kemajuan dana tersebut akan dihentikan
Masukkan untuk program KB adalah mengusahakan terbitnya Surat Keputusan dari Menteri Keuangan  agar Program KB mendapat persenteasi tertentu di dalam DAU sehingga memudahkan daerah untuk membuat perencanaan keuangan khususnya mengenai Program Kependudukan dan KB

Rabu, 13 April 2011

KEGIATAN PELATIHAN REVITALISASI IMP BAGI PLKB/PKB, KADER PPKBD DAN KADER SUB PPKBD ANGKATAN KEDUA SE KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2011


I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam program nasional bidang kesehatan ditetapkan program utama yang salah satunya adalah Keluarga Berencana. Beberapa program yang menjadi tugas BKKBN selaku Instansi Pemerintah yang menangani masalah Keluarga Berencana sudah ditetapkan dalam Rencana Strategi tahun 2011 sebagai acuan kegiatan. Beberapa diantaranya adalah menurunkan angka Total Fertility Rate, meningkatkan kesertaan dan kualitas peserta KB dalam menggunaan alat kontrasepsi efektif terpilih. Hal lain yang juga menjadi salah satu program unggulan adalah melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi petugas lapangan sehingga dapat memenuhi pencapaian kontrak kinerja program yang merupakan tolok ukur dari keberhasilan program KB.
Secara organisatoris, BKKBN masih menggunakan struktur lama sebelum diterbitkannya Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan dari UU No. 52 tahun 2009 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional yaitu bahwa BKKBN Propinsi merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam pengerian masih bersifat vertikal. Dengan demikian, beberapa program yang dilaksanakan oleh BKKBN Propinsi masih merupakan tugas-tugas BKKBN Pusat yang harus disinergiskan dengan keperluan daerah. Demikian pula hal-nya dengan tugas fungsi BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan.
Dalam kaitannya dengan pelaksanaan program unggulan, BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan memiliki tanggungjawab moril untuk dapat memenuhi Kontrak Kinerja Program khususnya di tahun 2011. Tanggungjawab ini bukan hanya berada pada Mission Centre sebagai pelaksana kegiatan opersional melainkan berada di seluruh komponen dalam BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan itu sendiri. Sehubungan dengan peningkatan kompetensi Petugas Lapangan KB dan pihak-pihak yang mendukung pelaksanaan program KB di lini lapangan, Balatbang BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan perlu melakukan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi Petugas Lapangan KB/Penyuluh KB dan kader PPKBD/Sub PPKBD. Untuk angkatan II, Pelatihan Revitalisasi IMP dilaksanakan pada  tanggal 14 sampai dengan 18 Maret 2011.
B. Tujuan
Laporan ini dibuat dengan tujuan untuk :
1. Memberi gambaran pelaksanaan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
2. Memberikan gambaran hasil Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
C. Hasil Yang Diharapkan
Laporan ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai :
1. Bahan evaluasi pelaksanaan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
2. Bahan acuan dalam pembuatan rencana Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan pada tahun berikutnya.
3. Bahan masukan dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan pembinaan Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita bagi Pelatih Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
D. Administrasi Kegiatan
1. Surat Kepala BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan Nomor 117/PL.103/H6/2011 tanggal 17 Pebruari 2011 perihal Pemanggilan Peserta Pelatihan Revitalisasi IMP tahun 2011
2. Nota Dalam Kepala Balatbang tanggal 2 Maret 2011 perihal Mohon Pemberi Materi ditujukan kepada Kepala Bidang KS/PK, Kepala Bidang KB-KR, Kepala Bidang IKAP dan Widyaiswara/fasilitastor BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan.
3. Registrasi peserta pelatihan sesuai dengan jadwal yakni tanggal 13 s/d 14 Maret 2011 baik pengaturan akomodasi maupun persiapan pembukaan
II. KEGIATAN
A. Persiapan
1. Pengiriman surat-surat yang terkait dengan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
2. Pengadaan ATK untuk Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
3. Penggandaan materi Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dalam bentuk handout
4. Penyiapan administrasi dan keuangan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
5. Penyiapan sarana akomodasi untuk kegiatan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
B. Pelaksanaan
1. Pembukaan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan merupakan rangkaian dari Pelatihan Revitalisasi IMP angkatan I oleh Kepala BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 7 Maret 2010.
2. Pelatihan dilaksanakan tanggal 14 sampai dengan 18 Maret 2011
3. Penutupan Pelatihan Revitalisasi Angkatan II dilakukan oleh Kepala BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 18 Maret 2010.

1. Materi pelatihan Revitalisasi IMP Angkatan II sebagai berikut :
a. Kebijakan Program KB Nasional
b. Mekanisme Operasional Program KB Nasional
c. Strategi Peningkatan KB-KR
d. Jaminan Ketersediaan Kontrasepsi
e. PIK-Remaja dan Bina Keluarga Remaja
f. Kesertaan KB MKJP
g. Strategi Peningkatan Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga
h. Kegiatan Bina Keluarga Lansia dan Rentan
i. Kegiatan Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak
j. Kegiatan Bina Ketahanan Ekonomi Keluarga
k. Komunikasi, Informasi dan Edukasi
l. Peran Institus Masyarakat Pedesaan
m. Pengarus Utamaan Gender
n. Pencatatan dan Pelaporan Tingkat Desa
A. Peserta
Jumlah peserta Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan sebanyak 39 orang per angkatan. Dari jumlah tersebut maka kriteria peserta dari tiap-tiap Kabupaten/Kota terdiri dari :
1. 1 (satu) orang PLKB/PKB yang memiliki wilayah binaan
2. 1 (satu) orang kader PPKBD yang berada dalam satu wilayah tugas dengan PKB/PLKB
3. 1 (satu) orang kader Sub PPKBD dalam wilayah kerja PPKBD
Sampai dengan tanggal 14 Maret 2011 jumlah peserta yang hadir sebanyak 36 orang dan 3 (tiga) orang peserta yang tidak hadir berasal dari Kabupaten Tanah Bumbu dengan alasan tidak menerima surat pemanggilan seperti yang disampaikan oleh Kabid KB SKPD-KB setempat sedangkan peserta pada pelatihan Revitalisasi Angkat I bisa hadir lengkap berdasar informasi per telepon dari panitia.

I. HASIL YANG DICAPAI
A. Jadwal
Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah dibuat
B. Peserta
Keberhasilan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dapat dilihat apabila peserta mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk mengaktifkan kembali kegiatan-kegiatan  dalam pengelolaan PPKBD dan Sub PPKBD.
Untuk mengetahui peningkatan kemampuan dan pengetahuan peserta maka dalam Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dilakukan pre test dan post test.Kemampuan dan pengetahuan peserta Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan berdasar hasil pre test dan post test untuk Angkatan II

Selasa, 12 April 2011

KEGIATAN PELATIHAN REVITALISASI IMP BAGI PLKB/PKB, KADER PPKBD DAN KADER SUB PPKBD ANGKATAN PERTAMA SE KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2011



I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam program nasional bidang kesehatan ditetapkan program utama yang salah satunya adalah Keluarga Berencana. Beberapa program yang menjadi tugas BKKBN selaku Instansi Pemerintah yang menangani masalah Keluarga Berencana sudah ditetapkan dalam Rencana Strategi tahun 2011 sebagai acuan kegiatan. Beberapa diantaranya adalah menurunkan angka Total Fertility Rate, meningkatkan kesertaan dan kualitas peserta KB dalam menggunaan alat kontrasepsi efektif terpilih. Hal lain yang juga menjadi salah satu program unggulan adalah melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi petugas lapangan sehingga dapat memenuhi pencapaian kontrak kinerja program yang merupakan tolok ukur dari keberhasilan program KB.
Secara organisatoris, BKKBN masih menggunakan struktur lama sebelum diterbitkannya Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan dari UU No. 52 tahun 2009 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional yaitu bahwa BKKBN Propinsi merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam pengerian masih bersifat vertikal. Dengan demikian, beberapa program yang dilaksanakan oleh BKKBN Propinsi masih merupakan tugas-tugas BKKBN Pusat yang harus disinergiskan dengan keperluan daerah. Demikian pula hal-nya dengan tugas fungsi BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan.
Dalam kaitannya dengan pelaksanaan program unggulan, BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan memiliki tanggungjawab moril untuk dapat memenuhi Kontrak Kinerja Program khususnya di tahun 2011. Tanggungjawab ini bukan hanya berada pada Mission Centre sebagai pelaksana kegiatan opersional melainkan berada di seluruh komponen dalam BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan itu sendiri. Sehubungan dengan peningkatan kompetensi Petugas Lapangan KB dan pihak-pihak yang mendukung pelaksanaan program KB di lini lapangan, Balatbang BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan perlu melakukan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi Petugas Lapangan KB/Penyuluh KB dan kader PPKBD/Sub PPKBD. Untuk angkatan I, Pelatihan Revitalisasi IMP dilaksanakan pada  tanggal  7  sampai dengan 11 Maret 2011.
B. Tujuan
Laporan ini dibuat dengan tujuan untuk :
1. Memberi gambaran pelaksanaan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
2. Memberikan gambaran hasil Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
C. Hasil Yang Diharapkan
Laporan ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai :
1. Bahan evaluasi pelaksanaan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
2. Bahan acuan dalam pembuatan rencana Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan pada tahun berikutnya.
3. Bahan masukan dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan pembinaan Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita bagi Pelatih Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
D. Administrasi Kegiatan
1. Surat Kepala BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan Nomor 117/PL.103/H6/2011 tanggal 17 Pebruari 2011 perihal Pemanggilan Peserta Pelatihan Revitalisasi IMP tahun 2011
2. Nota Dalam Kepala Balatbang tanggal 2 Maret 2011 perihal Mohon Pemberi Materi ditujukan kepada Kepala Bidang KS/PK, Kepala Bidang KB-KR, Kepala Bidang IKAP dan Widyaiswara/fasilitastor BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan.
3. Registrasi peserta pelatihan sejak tanggal 6 sampai dengan 7 Maret 2011 baik persiapan akomodasi maupun pelaksanaan pembukaan pelatihan.
II. KEGIATAN
A. Persiapan
1. Pengiriman surat-surat yang terkait dengan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
2. Pengadaan ATK untuk Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
3. Penggandaan materi Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dalam bentuk handout
4. Penyiapan administrasi dan keuangan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
5. Penyiapan sarana akomodasi untuk kegiatan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan
B. Pelaksanaan
1. Pembukaan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan oleh Kepala BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 7 Maret 2011.

Penutupan Pelatihan Revitalisasi Angkatan I dilakukan oleh Kepala Bidang Supervisi selaku Pjsp. Kepala BKKBN Propinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 19 Maret 2011.
1. Materi pelatihan terdiri dari :
a. Kebijakan Program KB Nasional
b. Mekanisme Operasional Program KB Nasional
c. Strategi Peningkatan KB-KR
d. Jaminan Ketersediaan Kontrasepsi
e. PIK-Remaja dan Bina Keluarga Remaja
f. Kesertaan KB MKJP
g. Strategi Peningkatan Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga
h. Kegiatan Bina Keluarga Lansia dan Rentan
i. Kegiatan Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak
j. Kegiatan Bina Ketahanan Ekonomi Keluarga
k. Komunikasi, Informasi dan Edukasi
l. Peran Institus Masyarakat Pedesaan
m. Pengarus Utamaan Gender
n. Pencatatan dan Pelaporan Tingkat Desa
o. Kegiatan penunjang seperti Dinamika Kelompol, Diskusi dan Pre/Post Test
A. Peserta
Jumlah peserta Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan sebanyak 39 orang per angkatan. Dari jumlah tersebut maka kriteria peserta dari tiap-tiap Kabupaten/Kota terdiri dari :
1. 1 (satu) orang PLKB/PKB yang memiliki wilayah binaan
2. 1 (satu) orang kader PPKBD yang berada dalam satu wilayah tugas dengan PKB/PLKB
3. 1 (satu) orang kader Sub PPKBD dalam wilayah kerja PPKBD
Sampai dengan tanggal 7 Maret 2011 jumlah peserta yang hadir sebanyak 39 orang.
I. HASIL YANG DICAPAI
A. Jadwal
Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dilaksanakan sesuai jadwal sebagai berikut
B. Peserta
Keberhasilan Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dapat dilihat apabila peserta mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk mengaktifkan kembali kegiatan-kegiatan  dalam pengelolaan PPKBD dan Sub PPKBD.
Untuk mengetahui peningkatan kemampuan dan pengetahuan peserta maka dalam Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dilakukan pre test dan post test.

II. PENUTUP
Demikian laporan kegiatan dan evaluasi Pelatihan Revitalisasi IMP bagi PLKB/PKB, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan tahun 2011 ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

" Rasa capek itu akan sirna seketika bila melihat wajah-wajah polos yang ceria"
Bu Ridwa Kader dari RT 4

Banner
Banner
Banner
free counters
Free counters

My site is worth$15,643.58Your website value?