Home Warta Seputar Posyandu Dewi Kurang Gizi karena Tidak Pernah ke Posyandu

Dewi Kurang Gizi karena Tidak Pernah ke Posyandu

 

 

gizi burukkarena selain minim asupan gizi, juga karena tidak pernah diperiksakan kondisinya ke posyandu. Padahal, jarak rumah Dewi ke posyandu hanya hitungan menit.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Yuditha Endah P, menjelaskan, setelah mendapatkan laporan, anak Zaenuri (35) dan Mardianah (33) yang tinggal di Jalan Swadaya II No 29, RT 02/11 Kelurahan Cijantung, Pasar Rebo, itu diketahui tidak pernah diperiksa ke posyandu.

"Pasien datang pertama kali tanggal 28 Agustus 2013 merupakan kunjungan pertama ke PKM Kecamatan Pasar Rebo, diagnosa utamanya adalah bronko pneumoni yang mengakibatkan gizi buruk. Padahal jarak rumah dengan posyandu hanya makan waktu 5 menit, dengan demikian pasien tidak pernah dapat pemberian makanan tambahan (PMT)," tegasnya, Senin (2/9).

Selama ini makanan yang diberikan kepada Dewi pun hanya diberi air tajin dan pisang. "Kalau diberi bubur bayi pun diare. Info yang kami dapat dari masyarakat sekitar, jika kader jumantik datang ke rumahnya untuk PSN sering ditolak. Bila kader posyandu mau melihat kondisi anaknya tidak pernah diperlihatkan dengan alasan anaknya baik-baik saja," paparnya.

Selanjutnya, Dewi yang diperiksa oleh PKM kecamatan kemudian dirujuk untuk dirawat di RSUD Pasar Rebo. Tapi, karena kelas III penuh, Dewi dirawat di kelas II.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan menginstruksikan kepala PKM kelurahan beserta kader posyandu untuk jemput bola atau mencari anak-anak yang diduga gizi buruk untuk diberikan pelayanan kesehatan. "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak segan atau khawatir membawa balitanya ke posyandu atau ke PKM terdekat untuk memeriksakan kesehatan," tandasnya.

Sementara itu, Mardianah mengaku, tidak membawa anaknya ke posyandu secara rutin, karena takut dimarahi para kader posyandu. Ketakutan itu karena kondisi anaknya, yang diakuinya jarang diberi asupan gizi.

"Saya sudah malas bawa ke posyandu, karena kalau ke sana takut diomeli anak saya kurang gizi. Bapaknya saja cuma kuli bangunan yang gajinya tidak tentu. Kita untuk makan sehari-hari saja kadang tidak mencukupi, sedangkan selain Dewi anak saya ada 3 lagi," paparnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengakui, kasus gizi buruk di ibu kota tidak hanya dialami oleh Dewi Asih (7 bulan). Orang nomor satu di ibu kota ini bahkan memprediksi kasus tersebut bisa terjadi pada puluhan orang. Terlebih penduduk Jakarta saat ini sudah mencapai lebih dari 9 juta jiwa.

"Kita ini di Jakarta tidak perlu ditutup-tutupilah. Begitu itu (gizi buruk) tidak hanya terjadi pada satu atau dua bayi saja, saya jamin. Bisa sampai tiga, empat, lima, enam, atau malah bisa puluhan terjadi," kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (2/9).

Ia pun menjamin akan membantu sepenuhnya biaya pengobatan Dewi. Seluruh biaya pengobatan akan dibiayai melalui program Kartu Jakarta Sehat

 

Sumber:   nberitajakarta.com

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

"Tentu saja bukan sekedar iseng. Ini satu panggilan yang sangat menyenangkan"
Bu Ida Kader dari RT 2

Banner
Banner
free counters
Free counters

My site is worth$15,643.58Your website value?