Home Berita Paud Lembaga Pendidikan Nonformal akan Ditertibkan

Lembaga Pendidikan Nonformal akan Ditertibkan

 

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) meminta lembaga-lembaga di lingkungan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), ditertibkan. Selain itu, semua aparat yang menangani PNFI juga diminta untuk memastikan bahwa lembaga-lembaga tersebut bukan lembaga virtual. "Jangan sampai ada lembaga yang hanya melaporkan nama lembaganya, tetapi sebenarnya tidak melakukan apa-apa," kata Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas Hamid Muhammad dalam siaran pers yang diterima Suara Merdeka, Kamis (4/2).

Menurutnya, keberadaan lembaga PNFI perlu dicek betul. Lembaga-lembaga tersebut juga harus ditertibkan, agar PNFI bisa dipercaya, trusted, dan semua orang respect. Hamid menyampaikan, saat ini makin banyak animo masyarakat yang ingin mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Keinginan masyarakat itu perlu dikontrol. Jangan asal memberikan izin untuk (mendirikan) PAUD, bila standar pelayanan minimal tidak terpenuhi," ujarnya seraya mengatakan, dari 29,8 juta anak usia 0-6 tahun separuhnya sudah terlayani.

Dua pertiga dari jumlah tersebut, kata dia, dilayani oleh PAUD nonformal. Sedangkan sepertiganya dilayani oleh PAUD formal seperti taman kanak-kanak dan raudhatul athfal. "Kita harus bersungguh-sungguh untuk menekankan layanan PAUD itu betul-betul memenuhi standar layanan minimal," tandasnya.

Hamid juga meminta agar proses pembelajaran dan kegiatan di lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan terus dipantau. Dia berharap, semua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan memastikan proses pembelajaran terjadi dan peserta didik benar-benar belajar.

"Jangan sampai kita menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk penuntasan wajib belajar sembilan tahun, tetapi tidak memberikan pengalaman belajar yang benar kepada anak-anak kita," ucapnya.

Dikatakan, pembenahan lain yang perlu dilakukan adalah pada lembaga kursus dan pelatihan. Hamid menyebutkan, saat ini tercatat 11 ribu lebih lembaga kursus yang mengantongi nomor induk lembaga. "Masih akan kita verifikasi, apakah lembaga ini betul-betul lembaga yang operasional dan bisa memberikan layanan pendidikan yang baik. Tetapi yang ingin saya tekankan betul adalah kursus yang kita bina itu benar-benar kredibel," tukasnya.

Ke depan, kata Hamid, Kemendiknas hanya akan membina, mengembangkan, dan memfasilitasi lembaga-lembaga yang memenuhi persyaratan minimum. Selebihnya lembaga-lembaga on off itu diberi pilihan. "Dibina lebih lanjut dua sampai tiga tahun sampai betul-betul memenuhi standar atau disarankan memilih bidang lain sebagai core bisnisnya, sehingga tidak mengganggu layanan lembaga kursus seperti yang kita harapkan ini," tuturnya.

 

Sumber bogor.net

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

" Mens sana in corpore sano ... di sinilah pembentukan manusia dan SDM unggul dimulai"
Bu Ratih Ketua Pos Yandu TTC

Banner
free counters
Free counters

My site is worth$15,643.58Your website value?